KPID Kepri Ingatkan Bahaya Hoaks, Mahasiswa Diajak Bijak Gunakan Media Sosial


LENSAMATA.COM-Bintan,Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau, Ahmad Dani, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi penyiaran bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau di tengah pesatnya perkembangan media digital dan media sosial saat ini, Jum'at (05/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Dani menyampaikan bahwa dunia penyiaran kini tidak hanya terbatas pada televisi dan radio, tetapi telah berkembang ke berbagai platform digital seperti TikTok, Facebook, Instagram, YouTube, hingga X. Menurutnya, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar memiliki daya saing di era digital.

“Mahasiswa hari ini harus memahami bagaimana cara memproduksi konten yang baik, memahami etika penyiaran, serta mampu memanfaatkan berbagai platform media sosial secara positif dan profesional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membuat arus penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Karena itu, kemampuan dalam memilah informasi, melakukan verifikasi berita, dan memahami regulasi penyiaran menjadi hal yang sangat penting, khususnya bagi generasi muda.

Dalam pemaparannya, Ahmad Dani juga menyoroti tantangan besar di media sosial, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga konten yang tidak mendidik. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk menghadirkan konten kreatif, edukatif, dan informatif yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain membahas teori dan regulasi penyiaran, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai teknik dasar produksi konten digital, strategi komunikasi media, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan pengembangan diri.

Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait perkembangan dunia digital dan tantangan penyiaran modern. Melalui kegiatan ini, KPID Kepri berharap lahir generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang penyiaran dan mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab.





(Red)