Miris...! Beredar Kabar di Kalangan Internal DPRD Kabupaten Lingga Terkait Pemberitaan Ketua DPD LSM KPK-RI

LENSAMATA.COM-Lingga,Kepulauan Riau Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan internal DPRD Kabupaten Lingga, muncul isu saling tuding terkait dugaan bocornya informasi mengenai pengelolaan anggaran perjalanan dinas dan anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD,Selasa (16/06/2026).

"Isu tersebut mencuat setelah sejumlah media online menayangkan pernyataan Ketua DPD LSM KPK-RI Provinsi Kepulauan Riau, Encek Taufik, pada Senin (15/06/2026).

Media ini kembali menghubungi Encek Taufik melalui sambungan telepon WhatsApp. Saat dihubungi, ia mengaku sedang berada di luar kota.
Melalui sambungan telepon tersebut, Encek Taufik menyampaikan bahwa pernyataan yang telah ia sampaikan sebelumnya masih merupakan sebagian kecil dari informasi yang dimilikinya.

"Terkait dengan statemen saya itu, saya rasa biasa-biasa saja. Belum seberapa, masih ada kelanjutannya. Nanti dengan data yang akurat akan saya publikasikan langsung di depan rekan-rekan media," ujar Encek Taufik.

Ia menambahkan bahwa persoalan terkait perjalanan dinas di lingkungan DPRD Kabupaten Lingga sebenarnya sudah lama ingin diungkapkannya kepada publik.

"Masalah ini sebenarnya sudah sejak lama ingin saya ungkap. Namun waktu itu saya masih ditahan oleh almarhum yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Lingga dari Partai Golkar Dapil III. Beliau masih saudara saya, sehingga sedikit banyak beliau menceritakan kondisi internal DPRD, apalagi beliau merupakan orang baru yang duduk di lembaga legislatif," katanya.

Menurut Encek Taufik, pada Tahun Anggaran 2025 terdapat beberapa kegiatan yang bersumber dari dana pokir almarhum Capt. H. Ahmad Fajar yang direncanakan untuk Desa Berindat, yang merupakan daerah kelahiran sekaligus basis pendukungnya.

"Ada dua item pekerjaan yang direncanakan, yakni semenisasi dan drainase. Namun saya tidak mengetahui apakah karena keterbatasan anggaran atau ada faktor lain,sehingga pekerjaan tersebut kemudian dialihkan ke pekerjaan di Masjid Nurul Ulum Desa Berindat," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan informasi yang pernah disampaikan almarhum terkait perjalanan dinas yang belum dicairkan.Semasa almarhum masih hidup, beliau pernah bercerita kepada saya bahwa ada tujuh kali perjalanan dinas yang belum dicairkan.

Beliau mengatakan, nanti kalau sudah cair kita akan duduk bersama kembali dengan tim sukses untuk membahas langkah ke depan," ungkap Encek Taufik.

Meski demikian, Encek Taufik menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan cerita yang pernah ia dengar langsung dari almarhum semasa hidupnya.

"banyak informasi yang saya peroleh terkait baik dan buruknya kondisi di kalangan internal DPRD Kabupaten Lingga. Dalam hal ini saya hanya bisa memberikan doa dan bela sungkawa kepada Almarhum Capt. H. Ahmad Fajar adalah orang baik. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Beliau bahkan menghembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci," ucap encek Taufik Selasa 16 Juni 2026

Ia juga menyampaikan, selain almarhum, saya juga mendapatkan informasi tambahan dari beberapa rekan anggota DPRD yang aktif pada saat ini. Ia juga menyampaikan pada saya apa yang terjadi di internal DPRD saat ini memang benar 

"banyak teman - teman kita yang diluar BANGGAR tersebut juga mengeluhkan atas kejadian tersebut.Jadi tidak ada semuanya dalam internal anggota dewan ini satu pendapat baik itu ketua DPRD maupun itu ketua BANGGAR dalam kegiatan penetapan anggaran tersebut.Cetus encek 

Nah Klau terkait anggaran perjalanan dinas, penganggaran dia tu sepengatahuan saya, biasanya satu kode rekening anggaran aja di DPA.. dalam per tahun tu total nya tidak kurang dari 10 meliar

"jadi masalah penggunaan anggaran tersebut, sekwan lah yang mengatur juga berdasarkan SPT (Surat Perintah Tugas Ketua/pimpinan DPRD)
jadi ber variasi anggaran perjalanan dinas mereka itu biasanya mereka terima tergantung kota kegiatan yang SPT nya sudah mereka jalankan. Tutup encek,





(Red)