Menghindar atau Sibuk? Kadisnaker Dumai Bungkam soal Pengangguran
LENSAMATA.COM-Dumai,Di tengah meningkatnya keluhan pengangguran, akses terhadap Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Dumai justru terkesan tertutup. Awak media yang berupaya melakukan konfirmasi kembali gagal menemui Kadisnaker saat mendatangi kantor Disnaker,Senin (20/4/2026).
Alasan yang diberikan pun masih sama: rapat.
“Ini sudah kedua kali kami datang, dan jawabannya selalu rapat. Sementara persoalan pengangguran ini mendesak untuk dijelaskan ke publik,” ujar salah satu awak media.
Kondisi ini memunculkan kritik terhadap kinerja dan keterbukaan Disnaker, yang dinilai belum responsif terhadap persoalan riil masyarakat.
Di lapangan, warga justru menghadapi realitas berbeda. Kesempatan kerja dinilai semakin sempit, meskipun Kota Dumai dikelilingi perusahaan besar. Di Kecamatan Sungai Sembilan saja, terdapat sedikitnya sembilan perusahaan aktif, belum termasuk kawasan industri di Medang Kampai dan wilayah lainnya.
Namun, keberadaan perusahaan tersebut belum berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami ini seperti penonton di negeri sendiri. Perusahaan banyak, tapi orang luar yang bekerja. Kami melamar, tidak pernah dipanggil,” keluh warga.
Kekecewaan masyarakat tidak hanya soal sulitnya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan. Warga menilai Disnaker seharusnya memiliki data valid terkait persentase tenaga kerja lokal di setiap perusahaan.
“Kalau Disnaker serius, turun ke lapangan. Jangan hanya rapat. Data itu harus dibuka ke publik, supaya jelas siapa yang berpihak pada rakyat,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Disnaker Kota Dumai belum memberikan keterangan resmi. Pihak sekretariat menyampaikan bahwa pimpinan masih dalam agenda rapat dan belum dapat ditemui.
Situasi ini memperkuat desakan masyarakat agar Disnaker lebih transparan, akuntabel, serta tegas dalam mendorong perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai regulasi yang berlaku.
Awak media menegaskan masih terus berupaya mendapatkan hak jawab dari pihak Disnaker Kota Dumai guna menjaga keberimbangan informasi.
(Rohim)