Kijang Gelap, Publik Soroti Kesiapan PT PLN (Persero) Hadapi Krisis Energi

LENSAMATA.COM-Bintan,Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Kijang akibat gangguan suplai gas ke pembangkit memicu keresahan masyarakat. Dalam situasi darurat seperti ini, publik menilai ada sejumlah langkah penting yang seharusnya dilakukan oleh PT PLN (Persero) agar pelayanan tetap optimal dan kepercayaan masyarakat tidak menurun, Rabu (08/04/2026).

Sementara pengumuman yang di lakukan pihak PT PLN (Persero) unit layanan pelanggan Kijang Waktu pemadaman 20 : 00 Wib- 00:00 Wib,sementara lapu hidup jam 00:10.

Pertama, transparansi informasi harus menjadi prioritas utama. PLN perlu menyampaikan penyebab gangguan secara terbuka, lengkap, dan mudah dipahami, termasuk estimasi waktu pemulihan. Informasi tidak cukup hanya melalui satu kanal, tetapi harus diperluas melalui media sosial, grup masyarakat, hingga koordinasi dengan RT/RW setempat.

Kedua, percepatan penanganan teknis wajib dimaksimalkan. PLN harus segera mengalihkan suplai dari sumber alternatif atau mengoperasikan pembangkit cadangan guna meminimalisir durasi pemadaman. Dalam kondisi tertentu, skema manajemen beban harus dilakukan secara adil dan terjadwal agar tidak merugikan satu wilayah secara berlebihan.

Ketiga, pelayanan responsif terhadap pengaduan masyarakat perlu ditingkatkan. Akses ke layanan seperti aplikasi PLN Mobile dan call center 123 harus benar-benar siaga, cepat merespons, serta memberikan solusi konkret, bukan sekadar jawaban normatif.

Keempat, perlindungan terhadap pelanggan juga menjadi hal penting. PLN seharusnya mempertimbangkan kompensasi atau kebijakan khusus bagi pelanggan yang terdampak lama, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik.

Kelima, koordinasi lintas sektor harus diperkuat, terutama dengan pihak pemasok gas. Gangguan suplai energi primer seperti ini menunjukkan perlunya sistem cadangan yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Masyarakat berharap ke depan PT PLN (Persero) tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh agar sistem kelistrikan lebih andal. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa listrik merupakan kebutuhan vital, sehingga penanganannya harus cepat, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.




(Red)