Blank Spot Menganga di Pulau Terluar Kepri, KPID Soroti Ancaman Kedaulatan Informasi
Ket: Poto Ketua KPID Kepri (Ahmad Dani)
LENSAMATA.COM-Tanjungpinang|Ketua KPID Kepulauan Riau, Ahmad Dani,SE.I menyoroti masih adanya sejumlah wilayah blank spot dan keterbatasan akses komunikasi di pulau terluar serta kawasan pesisir, khususnya Kabupaten Natuna, Anambas, Lingga dan Karimun,Senin (31/08/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat dijumpai media Lensamata.com di salah satu kedai kopi di Tanjungpinang.
Menurut Ahmad Dani, persoalan blank spot bukan sekadar kendala teknis penyiaran, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan nasional dan pembentukan identitas kebangsaan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kita terus mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta KPI Pusat agar pembangunan pemancar pembantu di pulau-pulau 3T menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga mendorong lembaga penyiaran memperbanyak konten lokal serta meningkatkan pembinaan dan literasi masyarakat.
Ahmad Dani menilai pembangunan infrastruktur penyiaran di wilayah perbatasan tidak dapat sepenuhnya bergantung kepada industri swasta. Minimnya jumlah penduduk membuat kawasan tersebut kurang menarik secara bisnis.
Karena itu, lembaga penyiaran publik harus menjadi garda terdepan, dengan dukungan pemerintah melalui APBN untuk membangun MUX dan pemancar di titik-titik blank spot.
“Jangan sampai nasib kedaulatan informasi di wilayah perbatasan bergantung pada pertimbangan keuntungan industri,” tegasnya.
Ia meminta komitmen pembangunan infrastruktur penyiaran di kawasan perbatasan dilakukan secara berkelanjutan dan dievaluasi secara berkala.