BP3KR Gelar Syukuran Hari Marwah 2026 dan Mulai Penulisan Buku Sejarah Kepri


LENSAMATA.COM-Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) menggelar Syukuran Hari Marwah 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran program penulisan Buku Sejarah Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Yayasan BP3KR, kawasan Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Jum'at (15/5/2026).

Peringatan Hari Marwah menjadi momen refleksi atas perjuangan panjang para tokoh dan masyarakat Kepulauan Riau dalam memperjuangkan lahirnya Provinsi Kepri hingga resmi terbentuk pada tahun 2002.

Ketua Yayasan BP3KR, H. Hozrin Hood, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sebatas seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang pembentukan Provinsi Kepri.

“Perjuangan membentuk Provinsi Kepulauan Riau tidak lahir begitu saja. Ada pengorbanan, persatuan, dan semangat besar dari masyarakat Kepri. Karena itu, sejarah tersebut harus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, BP3KR juga secara resmi memulai program penulisan Buku Sejarah Provinsi Kepri yang akan mendokumentasikan perjalanan pembentukan daerah hingga perkembangan pembangunan Kepri selama lebih dari dua dekade terakhir.

Acara dihadiri sejumlah tokoh pendiri Provinsi Kepri, akademisi, mahasiswa, budayawan, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan diawali dengan doa bersama, penayangan dokumentasi perjuangan pemekaran Kepri, dan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman tim penulis buku sejarah.

Tim penyusun buku melibatkan akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji bersama budayawan dan pemerhati sejarah lokal. Buku tersebut nantinya akan membahas tiga fase utama perjalanan Kepri, mulai dari masa perjuangan pembentukan provinsi, masa transisi pemerintahan, hingga capaian pembangunan daerah periode 2002–2025.

Koordinator Tim Penulis Buku Sejarah Kepri menyebutkan bahwa selama ini catatan sejarah perjuangan Kepri masih tersebar di berbagai sumber dan belum tersusun secara menyeluruh dalam satu dokumen resmi.

“Melalui buku ini, kami ingin menghadirkan referensi sejarah yang lengkap dan dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan maupun penelitian,” katanya.

BP3KR menargetkan proses penulisan buku selesai pada akhir tahun 2027. Setelah diterbitkan, buku tersebut direncanakan akan didistribusikan ke sekolah-sekolah dan perpustakaan di seluruh wilayah Kepulauan Riau sebagai bahan literasi sejarah daerah.




(Red)