Kota Dumai Darurat Sampah, Perlu Kesadaran Bersama dan Penanganan Serius
LENSAMATA.COM-Kota Dumai saat ini tengah menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak karena volume sampah yang terus meningkat setiap harinya, Jum'at (13/03/2026).
Berdasarkan data yang ada, jumlah sampah di Kota Dumai mencapai sekitar 668,71 ton per hari, dan sekitar 130 hingga 180 ton di antaranya masih dibuang tanpa melalui proses pemilahan.
Pemerintah Kota Dumai sendiri telah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dengan menargetkan 71 persen pengelolaan sampah di seluruh wilayah kota pada tahun 2025. Berbagai langkah telah dilakukan, seperti penyediaan tempat pengumpulan sampah plastik di beberapa titik, di antaranya di Taman Bukit Gelanggang dan Dumai Islamic Center.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan program bank sampah terpadu di setiap kelurahan, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya. Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.Namun demikian, persoalan sampah di Kota Dumai dinilai masih cukup kompleks.Salah satu masalah utama adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memisahkan sampah organik dan non-organik. Banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara bercampur sehingga menyulitkan proses pengolahan lebih lanjut.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serta kerja sama dari semua pihak. Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menyediakan fasilitas tempat sampah terpisah antara organik dan non-organik di berbagai titik strategis.
Di sisi lain, penanganan sampah sejak dini juga perlu terus digalakkan. Dengan meningkatnya volume sampah di Kota Dumai, pengolahan limbah sampah secara lebih modern dan terpadu menjadi kebutuhan mendesak agar permasalahan ini tidak semakin memburuk di masa mendatang.
Kesadaran dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, berbagai program yang telah dirancang pemerintah tentu tidak akan berjalan secara maksimal.
Karena itu, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat di Kota Dumai bersatu dan mengambil peran dalam menjaga kebersihan kota, dimulai dari hal sederhana, yaitu memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
(Rohim)