Kenduri Zuriat Bentan di Bukit Batu, Warisan Budaya Takbenda Dijaga Turun-Temurun

LENSAMATA.COM-Bintan,Perkumpulan Zuriat Bentan menggelar Kenduri Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Komplek Makam Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian tradisi leluhur sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Melayu yang diwariskan secara turun-temurun, Jum'at (15/01/2026).

Kenduri tersebut diikuti oleh para zuriat Bentan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama, pembacaan tahlil, dan ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Rony Kartika yang mewakili Bupati Bintan, Kepala Dinas Pariwisata Bintan Arif Sumarsono, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan sekaligus Pemangku Adat Bintan Huzrin Hood, Kapolres Bintan yang diwakili Kapolsek Teluk Bintan Yodi, Dandim 0315/Bintan, Camat Teluk Bintan Waliarahman, serta Lurah Tembeling.

Dalam sambutannya, Sekda Bintan Rony Kartika menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.

“Dengan adanya kegiatan Moruhum atau kenduri ini, kita semakin memperkuat dan menghidupkan kembali budaya adat Melayu. Ini penting agar generasi selanjutnya mengenal sejarah, menjaga situs-situs bersejarah, serta melestarikan warisan budaya yang kita miliki,” ujar Rony.

Pada kesempatan tersebut, Rony Kartika juga menerima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas tradisi kenduri sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Zuriat Bentan, Muhamad Ali, menyampaikan bahwa kenduri ini merupakan upaya konkret dalam menjaga dan merawat Warisan Budaya Takbenda Indonesia, khususnya tradisi kenduri yang sarat nilai spiritual, sosial, dan budaya.

“Kenduri ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada para leluhur yang dimakamkan di Bukit Batu, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarzuriat dan masyarakat,” ungkap Ali.

Ia menambahkan, tradisi kenduri mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap sejarah dan identitas budaya Melayu.

“Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi mencerminkan jati diri kita sebagai masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap leluhur,” tegasnya.

Komplek Makam Bukit Batu sendiri dikenal sebagai salah satu situs bersejarah penting di Kabupaten Bintan, khususnya bagi zuriat Bentan. Pelaksanaan kenduri di lokasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga situs sejarah dan melestarikan adat istiadat sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Melalui kegiatan ini, Perkumpulan Zuriat Bentan berharap tradisi kenduri dapat terus hidup, lestari, dan diwariskan kepada generasi mendatang, sejalan dengan upaya pelestarian budaya nasional serta penguatan identitas budaya lokal di Kabupaten Bintan.




(Mn)

Posting Komentar untuk "Kenduri Zuriat Bentan di Bukit Batu, Warisan Budaya Takbenda Dijaga Turun-Temurun"