Tim KLHK Kaji Dampak Tongkang Terdampar di Pulau Beringin Kecamatan Senayang

LENSAMATA.COM-Lingga,Kehadiran tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Penegakan Hukum (Gakkum) di Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang dipimpin Ruslan Alisan Jagat, serta pihak perusahaan untuk menangani permasalahan tongkang yang terdampar di wilayah perairan Pulau Beringin,Kamis (28/08/2025)

Kepala Desa Laboh menjelaskan, semangat kerja sama yang terjalin—berlandaskan asas gotong royong—membuat kegiatan penanganan dapat berjalan lancar dan efektif. "Fokus utama adalah memastikan keselamatan terumbu karang dan biota laut agar kerusakan tidak meluas," tegasnya.

Selain penanganan langsung terhadap tongkang terdampar, Kementerian Lingkungan Hidup juga melakukan penelitian mendalam untuk menilai dampak lingkungan. Penelitian ini mencakup:

  • Menilai kondisi terumbu karang akibat tumpukan bauksit.
  • Mengukur jumlah dan dampak tumpahan sekitar 3.800 metrik ton batu bauksit terhadap ekosistem laut.
  • Menganalisis perubahan kualitas air laut di sekitar lokasi tenggelamnya tongkang.

"Hasil penelitian ini penting untuk merumuskan langkah mitigasi dan restorasi yang tepat agar kerusakan ekosistem laut dapat diminimalisir," jelas Kepala Desa Laboh.

Dengan kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat setempat, diharapkan penanganan masalah tongkang ini tidak hanya bersifat darurat tetapi juga menjadi pembelajaran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan laut Kabupaten Lingga.


(Red)

Posting Komentar untuk "Tim KLHK Kaji Dampak Tongkang Terdampar di Pulau Beringin Kecamatan Senayang"