Olahraga Bahari Terabaikan, Pemerintah Lingga Dinilai Minim Dukungan

LENSAMATA.COM-Dunia olahraga di Kabupaten Lingga kembali mendapat sorotan. Meski olahraga telah dijamin oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional yang memberi hak dan kewajiban kepada pemerintah, lembaga, serta masyarakat untuk mengembangkan berbagai cabang olahraga, kenyataannya dukungan pemerintah daerah masih jauh dari harapan,Rabu (13/07/2025)

Khususnya di Kepri, cabang olahraga bahari seperti dayung kayak dan dragon boat yang sudah menorehkan prestasi sulit memperoleh perhatian serius dari pemerintah. Hal yang sama juga dirasakan cabang olahraga kemasyarakatan yang tidak berorientasi pada prestasi kompetitif.

Gambaran nyata terlihat pada ajang Lingga Marathon Kayaking Race 25 yang berlangsung sejak 29 Juli hingga 13 Agustus 2025. Meski mengarungi lautan pesisir Dabo Singkep dan singgah di berbagai desa, kegiatan ini nyaris tanpa respons dari Bupati dan Wakil Bupati Lingga, bahkan tidak mendapat sokongan dari jajaran perangkat daerah.

Menurut salah satu pesenam aerobik nasional berinisial VB yang turut hadir di Kepri, kemajuan olahraga dan seni di suatu daerah sangat dipengaruhi minat para pemimpinnya.
"Jika bupati, walikota, atau gubernur memiliki hobi olahraga dan seni, maka majulah olahraga di daerah itu," ungkapnya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa respon pemerintah daerah, baik bupati, wakil bupati, hingga perangkat desa, hanya sekitar 40 persen. Banyak pihak menilai olahraga masih dipandang sebelah mata.

Meski demikian, para atlet dan pecinta olahraga bahari menegaskan semangat sportivitas tidak boleh surut. “Jiwa olahraga harus tetap besar, apa pun tantangan yang dihadapi,” ujar salah satu anggota tim dayung.

Minimnya dukungan ini menegaskan bahwa tidak semua pejabat dan aparat di Lingga memiliki minat maupun integritas untuk memajukan olahraga. Tanpa perhatian serius, potensi besar olahraga bahari Kepri dikhawatirkan akan terus terabaikan.


(SJ)

Posting Komentar untuk "Olahraga Bahari Terabaikan, Pemerintah Lingga Dinilai Minim Dukungan"