Regional

blog post
Pansus revisi Perda Nganjuk tentang Desa, Selasa (26/5/2021) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para praktisi hukum di Nganjuk.


Sumber di setwan mengatakan ada beberapa advokat senior yang diundang menghadiri RDP. Sampai acara dibuka jam 15.30 WIB oleh ketua pansus Marianto (F-PDIP) hanya 5 undangan yang hadir.

 

Tim Lembaga Kajian Hukum dan Kebijakan Publik SINTARA INSTITUTE hadir 3 orang dipimpin Gundi Sintara dan anggota Trio Ambodo dan Subagio Hidayanto. Berikutnya hadir juga Nirwadi Nurdin dan Romario.

 

Kata Marianto, pihaknya mengundang praktisi hukum diharapkan memperoleh masukan yang berkualitas buat Pansus revisi Perda no. 1 tahun 2015 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Perda no. 9 tahun 2018.

 

Advokat Gundi Sintara memaparkan tujuh poin krusial yang juga menjadi titik lemah Perda Desa. Diantaranya dalam konsideran perlu dimasukkan UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik).

 

"UU KIP makin memberikan jaminan warga memperoleh informasi yang terkait kebijakan pembangunan desa maupun transparasi pengelolaan APBDesa", ujar GS.

 

GS juga mengkritisi Perda Desa yang tidak melaksanakan perintah psl 2 ayat (4) Permendagri no. 67 tahun 2017 terkait persyaratan khusus calon perangkat desa yang seharusnya diatur dalam Perda, bukan Perbup.

 

Namun berdasar ketentuan psl 62 ayat (5) Perda Desa justru perintah ini dialihkan ke Perbup. "Celah ini yang  secara cerdas dimasukin oleh Perbup no. 11 tahun 2021 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perades", ujar advokat jebolan FH-UB Malang ini.

 

Akibat yang akhirnya menjadi polemik di masyarakat, tambah GS, misalnya calon perades tidak wajib melampirkan SKCK, anak/ keluarga sedarah, suami/ isteri kades bisa menjadi calon, dll.

 

Berbeda dengan pendapat Nurwadi yang mengatakan, peraturan yang ada itu sudah baik. Yang perlu dibenahi, kata Nurwadi, mental para pelaksana di lapangan yang sudah bobrok.

 

"Menurut saya peraturan yang ada ini sudah baik, yang bobrok ini yang melaksanakan peraturan", ujar Nurwadi.

  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar