Politik

blog post

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nganjuk telah menggelar debat publik sebanyak tiga kali. Puncaknya pada Rabu (09/05/2018) bertempat di gedung Joeang 45. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati yang akan digelar pada tanggal 27/06 mendatang.

Dalam debat terakhir kali ini, KPU Nganjuk mengangkat tema "Menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan nasional, memperkokoh NKRI dan kebangsaan serta yang terakhir adalah program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga"

Debat final kali ini pelaksanaannya berjalan lancar tanpa ada hal-hal yang tidak diduga seperti halnya debat ke-2. Bahkan para paslon kali ini mampu membeberkan visi dan misinya tanpa ada halangan audio visual seperti halnya debat publik yang pertama.

Seperti yang disampaikan ketua Komisi Pemilihan Umum Nganjuk Agus Rahman Hakim pada LensaMata.com Jum’at (11/05/2018) ."Syukur Alhamdulillah pelaksanaan kali ini berjalan cukup bagus, lancar dan sukses," ujarnya.

Agus juga menyampaikan kalau debat kali ini mengakhiri rangkaian adu gagasan tiga pasangan cabup dan cawabup yaitu Novi-Marhaen paslon nomer 1, Hanung-Bima paslon nomer 2 dan Desi-Yakin paslon nomer 3.

"Saya sangat optimis pelaksanaan debat publik cabup dan cawabup Nganjuk yang berlangsung tiga kali mampu meningkatkan partisipasi politik warga,"  pungkasnya.

Pelaksanaan debat publik tiga kali sangat dirasakan pengaruhnya bagi calon pemilih dari desa pinggiran. Karena acara debat cabup-cawabup disiarkan langsung maka warga di desa pinggiran yg selama ini belum mengenal satu per satu dari ketiga paslon, mereka jadi paham hanya dengan melihat siaran tv.

”Saya senang ada siaran tv debat cabup, akhirnya saya dan keluarga tahu satu persatu. Saya juga bisa mendengar apa yg mereka tawarkan kepada warga Nganjuk”, ujar Warno, warga desa Ketandan kepada LensaMata.com.

  • Share This Story

Komentar

Buat Komentar